Batu berwarna merah ini berasal dari Tulungagung yang sebenarnya adalah marmer yang dibakar (proses pembakarannya sama seperti pada proses pembakaran batu andesit) dengan maksud agar mendapatkan tekstur lain, yang terlihat lebih kasar. Batu Pacitto Rosso ini selain dibakar ada pula yang dipoles, namun pemolesannya tidak sampai terlihat mengkilat seperti pada marmer, tapi cukup hanya untuk membuat permukaanya lebih lembut dan bebas dari bekas goresan pisau potong. Istilah lain proses ini adalah “honed”. Demikian pula setelah dibakar bekas goresan pisau pada permukaan batu otomatis terangkat hilang.
Semua bagian bangunan berbentuk dinding ataupun lantai bahkan area kolam renang dapat dipasangi batu Pacitto Rosso.
Ada 2 jenis Pacitto Rosso. Batu yang warna merahnya lebih muda tetap disebut Pacitto Rosso sedangkan yang merahnya lebih maroon dinamai Java Rosso.
Ukuran yang ada dari 10cm x 20cm sampai 60cm x 60cm hingga yang ukuran slab. Selain yang sudah menjadi ukuran, Pacitto Rosso juga tersedia dalam bentuk tak beraturan atau random. Proses pemasangannya sama seperti pada pemasangan batu templek, hanya saja biasanya untuk menyusun pasangnya dominan memakai mesin potong.
Batu berwarna hitam ini ditambang di daerah Subang Jawa Barat. Di daerah asalnya batu ini digunakan sebagai bahan pondasi bangunan yang pada perkembangannya banyak berdiri pabrik yang kemudian memotong batu Curi menjadi ukuran-ukuran tertentu seperti layaknya batu alam jenis lain yang ada di pasaran.
Adapun ukuran-ukuran yang ada biasanya mengikuti standard ukuran yang sudah baku seperti 10 x 20, 15 x 30, 20 x 30, 30 x 30. Akan tetapi banyak pula yang memasangkannya seperti pada pemasangan batu templek dengan bentuk irregular atau random, dan pada jenis pemasangan ini bisa digunakan baik yang permukaannya rata dalam bahasa lain disebut rata mesin maupun kasar atau rata alam seperti pada pemasangan pondasi.
Selintas, permukaan Batu Curi ini tampak seperti Batu Candi, sama-sama berpori besar. Namun apabila dibandingkan dengan seksama, tampak pori-pori pada permukaan Batu Curi terlihat lebih lebar dari batu Candi. Sedangkan dalam hal warna Batu Candi terlihat lebih gelap di banding Batu Curi, dan perbedaan yang paling signifikan adalah, Batu Curi lebih keras dan terlihat lebih kokoh dari pada Batu Candi.
Untuk kekuatan daya rekat, Batu curi dapat melekat erat apabila sudah terpasang pada bidang pasang tanpa harus mempergunakan perekat semen jenis tertentu cukup adukan semen dan pasir saja.
Apabila dibandingkan dengan batu-batu alam yang lain, Batu Curi termasuk Batu yang paling paling keras, hal ini berakibat pada cepat ausnya pisau pemotong (proses pemotongan ini bisa menggunakan mesin pemotong keramik).
Perwatan Batu Curi tidaklah sulit, setelah terpasang cukup memakai coating atau pelapis batu alam yang banyak beredar di pasaran. Atau untuk beberapa orang, agar tidak mengubah tampilan alaminya, setelah terpasang tidak memakai coating lagi, dan sebetulnya tidak di-coating pun tidak masalah karena warnanya yang hitam dapat menyamarkannya dari lumut atau kotoran yang menempel, namun demikian untuk amannya, dan agar lebih mudah saat perawatan sebaiknya di coating. Untuk perawatannya dan untuk menghilangkannya lumut dan kotoran yang menempel pada permukaan batu cukup disikat memakai sikat ijuk.
Batu Curi jenis ukuran cocok untuk dipasangkan di luar maupun di dalam ruangan, pilar, taman belakang, pagar dan kolam minimalis. Sedangkan Batu Curi yang random dengan permukaannya yang kasar dapat dipasangkan pada bidang pagar sehingga tampak sebagai susunan seperti pada pondasi dengan tampilan yang lebih artistik tentunya.

Sesuai namanya, batu ini di produksi di daerah Palimanan - Cirebon. Secara tekstur warna ada 2 jenis; batu Palimanan Kuning dan batu Palimanan putih. Batu Palimanan kuning selain berwarna kuning juga mempunyai serat kecoklatan sedangkan batu Palimanan Putih dominan putih ke abu-abuan.
Dari ke-dua jenis batu Palimanan ada dua macam bentuk untuk di pasangkan yaitu RTM dan RTA. RTM atau Rata Mesin adalah bentuk tampak batu yang kedua sisinya halus sedangkan RTA (rata alam) salah satu sisinya tampak kasar menonjol. Untuk ukuran batu Palimanan mengikuti pola pada keramik dan kesemuanya cocok dipasang pada bidang eksterior maupun interior suatu bangunan.
Karena warnanya yang terang dan berpori, sangat disarankan apabila selesai dipasang langsung diberi pelapis batu alam atau coating yang gunanya menahan laju tumbuhnya lumut selain itu pada batu Palimanan kuning coating ini dapat pula berfungsi sebagai penajam warna sehingga serat-seratnya akan semakin jelas terlihat seperti pada kayu yang sudah di pelitur. Untuk batu Palimanan yang terlanjur berlumut untuk membersihkannya silahkan lihat: http://jejen-jaya.blogspot.com/2009/04/perawatan-batu-alam.html.
Minal aidin walfaidzin
Selamat Iedul Fitri 1430 H
Mohon maaf lahir dan bathin
Salam hangat untuk seluruh keluarga



