batu alam untuk semua!!
Keindahan yang terletak pada sebuah baungunan yang bisa kita tangkap melalui daya imaji artistik dapat menjadi kian berwarna dengan batu alam terletak pada salah satu sisi bagiannya...
Showing posts with label Unrecognize stones. Show all posts
Showing posts with label Unrecognize stones. Show all posts
Posted on 7:19 AM

Batu Candi

Filed Under () By jejenjaya at 7:19 AM


Batu ini berwarna hitam dengan pori-pori cenderung besar yang tampak pada permukaanya. Dengan kondisi seperti itu, daya hisap batu candi terhadap air sangat tinggi, bahkan paling tinggi diantara jenis batu lain.

Batu yang ditambang dari lereng Merapi ini nyaris sama seperti batu pembuat Candi, baik tekstur ataupun warnanya. Candi Borobudur, Prambanan dan candi-candi lainnya di daerah Jogjakarta dan sekitarnya tampaknya memakai batu jenis ini di hampir semua bagiannya. Stupa, arca dan relief-relief semuanya memakai batu ini, mungkin dari situlah maka batu ini kemudian dinamakan Batu Candi. Bahkan hingga saat ini di daerah Magelang banyak terdapat sanggar-sanggar kerajinan dan pengukir atau pemahat yang memakai batu candi untuk dibuat beragam hiasan seperti patung, pot, fountain, lampion dan banyak lagi disamping tentunya pabrik-pabrik pemotongan batu alam yang memotong batu candi menjadi berbagai ukuran.

Kecuali pada lantai yang biasanya sering dilintasi sesuatu yang membawa kotoran tanah, terutama tanah merah, seperti pada lantai carport (garasi), membuat proses membersihkannya sedikit sulit karena kotoran bisa saja tenggelam ke dalam pori-pori batu candi yang lebar itu. Selain dari bidang carport, batu candi dapat diaflikasikan pada semua bagian bangunan.

Karena warnanya yang gelap, batu candi tidak begitu bermasalah dengan lumut karena akan tersamar, atau agar lebih mudah saat membersihkannya, sebaiknya setelah rapi terpasang langsung diberi pelapis atau di coating. Proses perawatan Batu candi tidak terlalu rumit, hanya disikat dengan sikat ijuk apabila dirasa sudah tampak kotor. Untuk perawatan jangka panjangnya minimal 2 tahun sekali di coating ulang setelah terlebih dahulu membersihkannya.

Posted on 6:28 AM

Ornament dan Relief Batu Alam

Filed Under () By jejenjaya at 6:28 AM

Di dunia batu alam Indonesia, biasanya untuk membuat ornament dan relief batu alam mempergunakan batu candi dan batu paras. Namun yang sering dipakai adalah batu paras dikarenakan warnanya yang terang, putih ke-kuningan, membuat visualisasi ukiran menjadi lebih tampak serta batunya lebih empuk saat di pahat dari pada menggunakan batu candi yang berwarna gelap dan bahannya lebih keras.

Pengertian Ornament adalah ukiran gambar-gambar tertentu pada permukaan batu sesuai ukuran. Ukuran-ukuran pada ornament diantaranya 10 x 10, 15 x 15, 20 x 20, 30 x 30 dan 40 x 40 (semuanya dalam centimeter) atau bisa juga memesan ukuran lain diluar ukuran baku misalnya 25 x 25 dan seterusnya. Gambar atau motif pada ornament biasanya berbentuk bunga-bungaan.

Sedangkan pengertian Relief adalah ukiran pada permukaan batu dengan ukuran bebas dan biasanya berukuran besar, misalnya 50cm x 120cm, 1m x 3m, hingga ukuran lebih besar sekalipun, sesuai pesanan. Biasanya ukuran Relief tersebut tidak dibuat dari satu lempeng batu melainkan beberapa bagian yang kemudian pada proses pemasangannya, bagian-bagian yang terpisah itu lalu ditempelkan di dinding dan disambungkan menjadi satu gambar utuh sambil menambalnya pada pertemuan tiap bagiannya hingga rapi. Misalnya saja Relief ukuran 1m x 3m biasanya dibuat dari 12 lembar lempengan batu ukuran 50cm x 50cm. Hal ini dimaksudkan agar pada saat pemasangannya menjadi lebih ringan. Namun demikian, sebenarnya bisa saja memesan Relief ukuran besar, misalnya ukuran 1m x 2m dari satu lempeng batu, namun tentunya dalam hal ini harga pun menjadi semakin mahal.

Secara sederhana bentuk dan hasil ukiran pada Relief terbagi 2, yaitu Relief 2 dimensi dan Relief 3 dimensi. Relief dengan ukiran 2 dimensi ini pengerjaannya tidak terlalu rumit dan detail, hasil ukirannya hanya tampak dari arah depan. Beberapa jenis tanaman, seperti bambu, pohon pisang, ilalang dan bunga-bungaan, biasa dipakai sebagai tema Relief ini.

Sedangkan ukiran Relief 3 dimensi lebih rumit dan detail, dikarenakan bentuk visualisasi dari hasil ukirannya harus juga bisa dinikmati dari samping kiri dan kanan selain tentunya dari arah depan bidang Relief. Sebagai contoh, Relief 3 dimensi yang mengambil tema Ramayana, penggambaran tokohnya akan tampak hidup, struktur tubuhnya, seperti tangan yang mengacung, atau tubuh kuda yang diukir laksana menempel hingga penggambaran tetumbuhan seperti dahan dan rantingnya yang di ukir sedetail mungkin.

Ornamenent dan Relief batu alam ada pula yang berbentuk bolong dan tembus hingga pemandangan di belakangnya tampak, jenis ini disebut Ornament Loster dan Relief Loster. Biasanya bentuk loster ini dipasang pada bidang pagar atau sebagai pengganti partisi.


Posted on 4:59 AM

Pacitto Rosso

Filed Under () By jejenjaya at 4:59 AM

Batu berwarna merah ini berasal dari Tulungagung yang sebenarnya adalah marmer yang dibakar (proses pembakarannya sama seperti pada proses pembakaran batu andesit) dengan maksud agar mendapatkan tekstur lain, yang terlihat lebih kasar. Batu Pacitto Rosso ini selain dibakar ada pula yang dipoles, namun pemolesannya tidak sampai terlihat mengkilat seperti pada marmer, tapi cukup hanya untuk membuat permukaanya lebih lembut dan bebas dari bekas goresan pisau potong. Istilah lain proses ini adalah “honed”. Demikian pula setelah dibakar bekas goresan pisau pada permukaan batu otomatis terangkat hilang.

Semua bagian bangunan berbentuk dinding ataupun lantai bahkan area kolam renang dapat dipasangi batu Pacitto Rosso.

Ada 2 jenis Pacitto Rosso. Batu yang warna merahnya lebih muda tetap disebut Pacitto Rosso sedangkan yang merahnya lebih maroon dinamai Java Rosso.

Ukuran yang ada dari 10cm x 20cm sampai 60cm x 60cm hingga yang ukuran slab. Selain yang sudah menjadi ukuran, Pacitto Rosso juga tersedia dalam bentuk tak beraturan atau random. Proses pemasangannya sama seperti pada pemasangan batu templek, hanya saja biasanya untuk menyusun pasangnya dominan memakai mesin potong.

Posted on 12:05 AM

Batu Curi

Filed Under () By jejenjaya at 12:05 AM

Batu berwarna hitam ini ditambang di daerah Subang Jawa Barat. Di daerah asalnya batu ini digunakan sebagai bahan pondasi bangunan yang pada perkembangannya banyak berdiri pabrik yang kemudian memotong batu Curi menjadi ukuran-ukuran tertentu seperti layaknya batu alam jenis lain yang ada di pasaran.

Adapun ukuran-ukuran yang ada biasanya mengikuti standard ukuran yang sudah baku seperti 10 x 20, 15 x 30, 20 x 30, 30 x 30. Akan tetapi banyak pula yang memasangkannya seperti pada pemasangan batu templek dengan bentuk irregular atau random, dan pada jenis pemasangan ini bisa digunakan baik yang permukaannya rata dalam bahasa lain disebut rata mesin maupun kasar atau rata alam seperti pada pemasangan pondasi.

Selintas, permukaan Batu Curi ini tampak seperti Batu Candi, sama-sama berpori besar. Namun apabila dibandingkan dengan seksama, tampak pori-pori pada permukaan Batu Curi terlihat lebih lebar dari batu Candi. Sedangkan dalam hal warna Batu Candi terlihat lebih gelap di banding Batu Curi, dan perbedaan yang paling signifikan adalah, Batu Curi lebih keras dan terlihat lebih kokoh dari pada Batu Candi.

Untuk kekuatan daya rekat, Batu curi dapat melekat erat apabila sudah terpasang pada bidang pasang tanpa harus mempergunakan perekat semen jenis tertentu cukup adukan semen dan pasir saja.

Apabila dibandingkan dengan batu-batu alam yang lain, Batu Curi termasuk Batu yang paling paling keras, hal ini berakibat pada cepat ausnya pisau pemotong (proses pemotongan ini bisa menggunakan mesin pemotong keramik).

Perwatan Batu Curi tidaklah sulit, setelah terpasang cukup memakai coating atau pelapis batu alam yang banyak beredar di pasaran. Atau untuk beberapa orang, agar tidak mengubah tampilan alaminya, setelah terpasang tidak memakai coating lagi, dan sebetulnya tidak di-coating pun tidak masalah karena warnanya yang hitam dapat menyamarkannya dari lumut atau kotoran yang menempel, namun demikian untuk amannya, dan agar lebih mudah saat perawatan sebaiknya di coating. Untuk perawatannya dan untuk menghilangkannya lumut dan kotoran yang menempel pada permukaan batu cukup disikat memakai sikat ijuk.

Batu Curi jenis ukuran cocok untuk dipasangkan di luar maupun di dalam ruangan, pilar, taman belakang, pagar dan kolam minimalis. Sedangkan Batu Curi yang random dengan permukaannya yang kasar dapat dipasangkan pada bidang pagar sehingga tampak sebagai susunan seperti pada pondasi dengan tampilan yang lebih artistik tentunya.

Posted on 9:31 PM

Batu Palimanan

Filed Under () By jejenjaya at 9:31 PM

Sesuai namanya, batu ini di produksi di daerah Palimanan - Cirebon. Secara tekstur warna ada 2 jenis; batu Palimanan Kuning dan batu Palimanan putih. Batu Palimanan kuning selain berwarna kuning juga mempunyai serat kecoklatan sedangkan batu Palimanan Putih dominan putih ke abu-abuan.

Dari ke-dua jenis batu Palimanan ada dua macam bentuk untuk di pasangkan yaitu RTM dan RTA. RTM atau Rata Mesin adalah bentuk tampak batu yang kedua sisinya halus sedangkan RTA (rata alam) salah satu sisinya tampak kasar menonjol. Untuk ukuran batu Palimanan mengikuti pola pada keramik dan kesemuanya cocok dipasang pada bidang eksterior maupun interior suatu bangunan.

Karena warnanya yang terang dan berpori, sangat disarankan apabila selesai dipasang langsung diberi pelapis batu alam atau coating yang gunanya menahan laju tumbuhnya lumut selain itu pada batu Palimanan kuning coating ini dapat pula berfungsi sebagai penajam warna sehingga serat-seratnya akan semakin jelas terlihat seperti pada kayu yang sudah di pelitur. Untuk batu Palimanan yang terlanjur berlumut untuk membersihkannya silahkan lihat: http://jejen-jaya.blogspot.com/2009/04/perawatan-batu-alam.html.



Posted on 9:45 PM

Batu Templek

Filed Under () By jejenjaya at 9:45 PM

Sebagian orang menyebut batu ini berasal dari kali, kenyataannya jenis batu ini di tambang/di ambil dari gunung atau bukit. Kenapa dinamakan templek mungkin karena bentuknya yang slate /lembaran dan di belah mengikuti pola batu itu sendiri sehingga tampak pada permukaannya yang tidak rata sebagaimana permukaan batu hasil potongan mesin (batu Palimanan, candi dsb.).

Dulu sebelum mesin pemotong batu masuk ke sentra-sentra produksi batu templek, untuk membuat suatu ukuran tertentu dibuat dengan cara dipahat, sekarang pahat sudah sangat sangat jarang digunakan kecuali untuk membuat jenis susun sirih dan dipergunakanlah mesin untuk menghasilkan ukuran-ukuran yang diinginkan itu. Adapun ukuran yang lazim pada batu templek ini sama dengan pola ukuran pada keramik yaitu 10x10, 20x20 dan seterusnya. Beberapa jenis batu templek ukurannya sampai 40x40 (cm) misalnya batu Templek Purwakarta mayoritas dibawah itu 30x30 (cm) ke bawah. Catatan untuk ukuran 30x30 keatas, kapasitas produksi yang dihasilkan terbatas, hal ini dakarenakan sulitnya mencari bahan dengan radius yang besar. Sedangkan untuk ketebalannya berkisar antara 1 cm sampai dengan 3 cm.

Untuk beberapa jenis, seperti batu templek Garut/Tasik dan templek Banten kecenderungan warnanya adalah hitam dengan tambahan warna kekuningan seperti tembaga, jenis lainnya seperti templek Salagedang dan Purwakarta agak sulit untuk mengklasifikasikan warnanya, ada yang menyebut kehijauan namun secara umum dapat di kategorikan berwarna abu-abu.

Yang paling berbeda dari semua jenis templek adala
h templek Kebumen. Templek kebumen ini berwarna coklat muda seperti tanah atau warna khaki pada kain. Teksturnya pun sama sekali berbeda dari kebanyakan jenis templek yang cenderung terlihat kokoh dan tanpa lobang pori-pori, Templek kebumen ini materialnya terlihat seperti lempengan tanah yang padat dengan ketebalan berkisar 2 sampai dengan 5 cm.

Semua jenis batu templek dapat di pasang pada semua bidang bangunan, baik bidang basah maupun bidang kering terkecuali templek Kebumen yang sangat tidak direkomendasikan untuk dipasang di lantai karena tekstur permukaan batunya yang cenderung menyerap kotoran sehingga sulit membersihkannya apabila terkena misalnya ceceran oli atau cipratan minyak.


Posted on 9:56 PM

Batu Susun Sirih

Filed Under () By jejenjaya at 9:56 PM

Dinamakan Batu Susun Sirih karena cara pemasangannya yang menyerupai tumpukan daun sirih yang berhelai-helai. Tidak seperti lazimnya pola pemasangan batu alam yang menampakan seluruh permukaannya, batu susun sirih dipasang dengan cara tidur sehingga hanya bagian sisinya yang berupa patahannya saja yang terlihat yang justru merupakan titik point yang ingin ditonjolkan.

Secara umum semua batu alam yang berbentuk lembaran dapat dijadikan pola susun sirih, namun begitu yang dominan untuk susun sirih adalah batu templek, diantaranya templek Salagedang, templek Purwakarta dan templek Garut/Tasik. Dari semua jenis itu templek Salagedanglah yang paling familiar untuk pola pemasangan susun sirih ini.

Ukuran batu untuk susun sirih ini biasanya 5x20, 5x15, 3x20 dan 3x15 dengan ketebalan berkisar 1-1.5 cm. Karena dibuat dengan cara di pahat maka ukuran di atas hanyalah kira-kira saja, kelebihan dan kekurangan ukuran tidaklah menjadi sesuatu yang penting karena toh pada saat pemasangan faktor ukuran ini bukan menjadi masalah utama, dan hasil akhir pemasangan lebih bergantung kepada kreatifitas tukang.

Saat ini seiring maraknya batu andesit, muncul ke pasaran batu Andesit Susun Sirih dengan variasi ukuran, mulai 3x20 sampai dengan 3x60. Untuk ukuran panjang lebih dari 60 cm sangat tidak dianjurkan karena rentan patah. Keterangan di atas berlaku pula untuk batu Palimanan.




Posted on 5:54 PM

Unrecognize Stones

Filed Under () By jejenjaya at 5:54 PM

Batu Cipatik

Merek Dagang: Batu Cipatik (Cipatik Stone)
Produsen: Lokasi Penambangan: Cipatik, Soreang,


Jawa Barat.



Ciri Umum: Padat, abu-abu. Bentuk bongkah besar, permukaan datar karena dibentuk/dipahat kasar.
Sifat: Sedikit menyerap air, mudah dibersihkan, sifat struktur cukup kuat tapi jarang dipakai sebagai material konstuksi. Penggunaan: Selain sebagai ornament lanskap dan coet untuk ulekan sambal, batu ini bisa dipahat sesuai ukuran dipakai sebagai paver taman/teras. Informasi Geologis: Batu Cipatik merupakan batuan intrusif jenis andesit-gabro berbutir kasar yang memperlihatkan tekstur kristalin dan masif. Bentuk intrusi ini diduga berupa stock kecil (tampak pada foto). Kandungan rata-rata unsur dominan SiO2 : 54% dan Al2O3 :16.90%. Distribusi: Cipatik, Soreang, Jakarta, Bandung dan sekitarnya. Angkutan darat. Harga di Sekitar Penambangan:
  • Rp. 130.000,00-200.000,00 /m2. Dijual lempengan dalam berbagai ukuran 30x30cm, 40x80cm dengan ketebalan 3cm,
  • Harga untuk bentuk dan ukuran khusus disesuaikan dengan pesanan.

    Penyalur di sekitar Penambangan:
    CV Hari Rukun
  • Bp. Toha 022 6864179 / 0812 2488179
  • Bp. Asep 0812 2158322
  • Ditambang melalui tambang terbuka, kemudian dibentuk menjadi balok dan bentuk-bentuk lain sesuai pesanan. Kekerasan relatifnya dan keluwesannya membuatnya mudah dibentuk untuk berbagai keperluan.
    Batu Lagadar
    Merek Dagang: Batu Lagadar (Lagadar Stone)
    Produsen: Lokasi penambangan: Desa Lagadar, Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat

    Ciri Umum: Padat, tidak berongga, abu-abu kebiruan atau kemerahan. Bentuk bongkah , permukaan tidak rata. Tingkat kekerasan beragam tergantung pada ke dalaman tambang.
    Sifat: Sangat sedikit menyerap air, mudah dibersihkan, tahan terhadap cuaca, sifat struktur yang kuat, bagus dipakai sebagai batu pondasi. Informasi Geologis: Batu Lagadar merupakan batuan intrusive jenis gabro berbutir kasar yang memperlihatkan tekstur kristalin dan masif. Bentuk intrusi ini diduga berupa stock kecil. Posisi batuan terletak dekat dengan (tampak pada foto) Kandungan rata-rata unsur dominan SiO2 : 48.36% dan Al2O3 :16.81%. Distribusi: Bandung dan sekitarnya. Harga di sekitar penambangan:
  • Rp. 165.000-190.000 per truk/truck (4m3) – termasuk ongkos tukang, belum termasuk ongkos transport.
  • Rp. 55.000,00/ m3

    Outlet di sekitar penambangan:
  • CV. Panghegar – Acep 022 6671944
  • H. Obar 0852 21177347
  • Penambangan terbuka Batu Lagadar, menggunakan cara peledakan dan kemudian penghalusan baik dengan tangan maupun mesin. Penambangan terbuka dilakukan dalam skala besar dan kecil yang mengubah bentang alam asal menjadi dataran berpasir.

    Harga: Rp 55000.00 pada tanggal 30 Maret 2007




    Batu Templek Pipih Cisanggarung

    Merek Dagang: Batu templek pipih Cisanggarung (Cisanggarung slate)
    Produsen: Lokasi penambangan: Bukit Cisanggarung, Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat





    Ciri Umum: Padat, tidak berpori, variasi warna abu muda, abu muda kecoklatan, abu kehitaman. Bentuk pelat/templek – pipih, tebal sampai 7cm, permukaan berlekuk jarang sampai rata.
    Sifat: Sedikit menyerap air, mudah dibersihkan, tidak mudah berlumut, sifat struktur cukup kuat, kadang ukuran diameter 2 s.d. 3cm (pecahan) bisa digunakan sebagai batu split. Pemasangan: Umumnya dipasang sebagai lapisan muka dinding atau lantai ditempel berdempet, secara tile (ukuran standar, dipotong mesin), susun sirih. Untuk ukuran besar dan tebal dipakai sebagai landasan carport, dipasang seperti memasang pavers. Informasi Geologis: Batu Templek Pipih Cisangarung merupakan batuan intrusive andesitik-basaltik yang diduga berbentuk korok dengan kekar-kekar mempunyai struktur meniang (columnar joints) sehingga membentuk bidang-bidang belah. Rata-rata unsure dominant mengandung 54% SiO2 dan 17% ALO2. Harga di penambangan:
  • Rp. 25.000-35.000/m2 untuk tipe regular (bentuk templek acak diameter kurang lebih 30-50cm)
  • Rp. 75.000 /m2 untuk tipe hitam
  • Harga lebih tinggi untuk bentuk tile (ukuran 20x20cm, 30x40cm, dsb.).

    Penyalur di dekat penambangan:
  • Bapak Zuki
  • Bapak Nana, Tel. 022 7206563

    Situasi penambangan:






    Harga: Rp 30000.00 pada tanggal 30 Maret 2007
  • Batu Bulat Cikapundung
    Merek Dagang: Batu bulat Cikapundung / Cikapundung round stones & pebbles
    Produsen: Lokasi penambangan: Sungai Cikapundung, sekitar jembatan Jl Siliwangi, Bandung, Jawa Barat.




    Ciri umum: Padat, agak berpori, abu muda kecoklatan. Bentuk bulat (pebbles) , permukaan cukup rata namun tidak halus. Sifat: Sedikit menyerap air, agak sukar dibersihkan, mudah berlumut, sifat struktur cukup kuat, kadang-kadang ukuran diameter 2 sd 3cm bisa digunakan sebagai batu split beton. Pemasangan: Umumnya dipasang sebagai muka kolam hias atau lantai batu sikat dengan kepadatan sedang-rendah. Informasi geologis: Batu Bulat Cikapundung merupakan endapan alluvial hasil proses pelapukan batuan breksi gunung berapi berkomposisi andesit-basalt yang kemudian tererosi dan tertransportasi melalui media air, sehingga menghasilkan kerikil-kerakal berbentuk bulat. Distribusi: Bandung dan sekitarnya. Harga di penambangan: Rp. 10.000,- per karung (untuk menutup muka lantai sekitar 1m2). Penyalur dekat penambangan:
  • Bapak Dasum (0815 704 7951)
  • Bapak Dani (0813 22210068)

    Situasi penambangan:



    Foto diambil dari jembatan Jl. Siliwangi Bandung, menunjukkan bagian badan sungai yang ditambang. Pada latar depan adalah instalasi air setempat. Kualitas batu asli dari tempat ini menurun seiring dengan makin tercemarnya Sungai Cikapundung oleh lumpur & limbah rumah tangga. Hal ini mendorong penjual batu setempat untuk mendatangkan bebatuan dari tempat lain untuk menjaga pasokan batu.

    Harga: Rp 10000.00 pada tanggal 30 Maret 2007
  • Sumber:http://www.alambina.net/